I.
PENDAHULUAN
A.
Pengertian
Kegiatan menganalisis
butir soal merupakan suatu kegiatan yang harus dilakukan guru untuk
meningkatkan mutu soal yang telah ditulis. Kegiatan ini merupakan proses
pengumpulan, peringkasan, dan penggunaan informasi dari jawaban siswa untuk
membuat keputusan tentang setiap penilaian (Nitko, 1996: 308). Tujuan
penelaahan adalah untuk mengkaji dan menelaah setiap butir soal agar diperoleh soal
yang bermutu sebelum soal digunakan. Di samping itu, tujuan analisis butir soal
juga untuk membantu meningkatkan tes melalui revisi atau membuang soal yang
tidak efektif, serta untuk mengetahui informasi diagnostik pada siswa apakah
mereka sudah/belum memahami materi yang telah diajarkan (Aiken, 1994: 63). Soal
yang bermutu adalah soal yang dapat memberikan informasi setepat-tepatnya
sesuai dengan tujuannya di antaranya dapat menentukan peserta didik mana yang
sudah atau belum menguasai materi yang diajarkan guru.
Dalam melaksanakan
analisis butir soal, para penulis soal dapat menganalisis secara kualitatif,
dalam kaitan dengan isi dan bentuknya, dan kuantitatif dalam kaitan dengan
ciri-ciri statistiknya (Anastasi dan Urbina, 1997: 172) atau prosedur peningkatan
secara judgment dan prosedur peningkatan secara empirik (Popham, 1995: 195).
Analisis kualitatif mencakup pertimbangan validitas isi dan konstruk, sedangkan
analisis kuantitatif mencakup pengukuran kesulitan butir soal dan diskriminasi
soal yang termasuk validitas soal dan reliabilitasnya.
Jadi, ada dua cara yang
dapat digunakan dalam penelaahan butir soal yaitu penelaahan soal secara
kualitatif dan kuantitatif. Kedua teknik ini masing-masing memiliki keunggulan
dan kelemahan. Oleh karena itu teknik terbaik adalah menggunakan keduanya
(penggabungan). Kedua cara ini diuraikan secara rinci dalam buku ini.
B.
Manfaat Soal yang Telah Ditelaah
Tujuan utama analisis
butir soal dalam sebuah tes yang dibuat guru adalah untuk mengidentifikasi
kekurangan-kekurangan dalam tes atau dalam pembelajaran (Anastasi dan Urbina,
1997:184). Berdasarkan tujuan ini, maka kegiatan analisis butir soal memiliki
banyak manfaat, di antaranya adalah: (1) dapat membantu para pengguna tes dalam
evaluasi atas tes yang digunakan, (2) sangat relevan bagi penyusunan tes
informal dan lokal seperti tes yang disiapkan guru untuk siswa di kelas, (3)
mendukung penulisan butir soal yang efektif,
(4) secara materi dapat memperbaiki tes di
kelas, (5) meningkatkan validitas soal dan reliabilitas (Anastasi and Urbina,
1997:172). Di samping itu, manfaat lainnya adalah:
(1) menentukan apakah suatu fungsi butir soal
sesuai dengan yang diharapkan, (2) memberi masukan kepada siswa tentang
kemampuan dan sebagai dasar untuk bahan diskusi di kelas, (3) memberi masukan
kepada guru tentang kesulitan siswa, (4) memberi masukan pada aspek tertentu
untuk pengembangan kurikulum, (5) merevisi materi yang dinilai atau diukur, (6)
meningkatkan keterampilan penulisan soal (Nitko, 1996: 308-309). Linn dan Gronlund
(1995: 315) juga menambahkan tentang pelaksanaan kegiatan analisis butir soal
yang hiasanya didesain untuk menjawab pert anyaan-pertanyaan berikut ini.
(1) Apakah fungsi soal sudah tepat? (2) Apakah
soal ini memiliki tingkat kesukaran yang tepat? (3) Apakah soal bebas dari
hal-hal yang tidak relevan? (4) Apakah pilihan jawabannya efektif? Lebih lanjut
Linn dan Gronlund (1995: 3 16-318) menyatakan bahwa kegunaan analisis butir
soal bukan hanya terbatas untuk peningkatkan butir soal, tetapi ada beberapa
hal, yaitu bahwa data analisis butir soal bermanfaat sebagai dasar:
(1) diskusi kelas efisien tentang hasil tes,
(2) untuk kerja remedial, (3) untuk peningkatan secara umum pembelajaran di
kelas, dan (3) untuk peningkatan keterampilan pada konstruksi tes. Berbagai
uraian di atas menunjukkan bahwa analisis butir soal adalah: (1) untuk
menentukan soal-soal yang cacat atau tidak berfungsi penggunaannya; (2) untuk
meningkatkan butir soal melalui tiga komponen analisis yaitu tingkat kesukaran,
daya pembeda, dan pengecoh soal, serta meningkatkan pembelajaran melalui
ambiguitas soal dan keterampilan tertentu yang menyebabkan peserta didik sulit.
Di samping itu, butir soal yang telah dianalisis dapat memberikan informasi
kepada peserta didik dan guru seperti contoh berikut ini.
|
DATA
KEMAMPUAN PESERTA DIDIK NAM
A SISWA
|
NOMOR
SOAL*
|
SKOR
TOTAL#
|
KETERANGAN
|
|||||||||||||||||||||||||||||||
|
5
|
10
|
2
|
6
|
9
|
2
|
7
|
3
|
8
|
4
|
|||||||||||||||||||||||||
|
A
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
7
|
Normal
|
||||||||||||||||||||||
|
B
|
I
|
1
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
6
|
Normal
|
||||||||||||||||||||||
|
C
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
1
|
0
|
1
|
1
|
5
|
Mengantuk
dll.
|
||||||||||||||||||||||
|
D
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
4
|
Menebak
|
||||||||||||||||||||||
|
E
|
1
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
3
|
Lamban,
berat
|
||||||||||||||||||||||
|
JUMLAH
|
4
|
3
|
4
|
3
|
2
|
2
|
2
|
1
|
2
|
2
|
||||||||||||||||||||||||
Keterangan:
1
= soal yang dijawab benar
0 = soal yang dijawab salah
* Soal disusun dari soal yang paling mudah
sampai dengan soal yang paling sukar
# Disusun dari skor yang paling tinggi sampai
dengan skor paling rendah
Dari data di atas
seperti soal nomor 3, 8, dan 4 (hanya dapat dijawab benar
oleh 1, 2, dan 2
peserta didik) dapat memberikan informasi kepada guru atau pengawas tentang
materi soal itu yang telah diajarkan kepada peserta didik. Mereka dapat
memperbaiki diri berdasarkan informasi/data di atas. Informasi itu misalnya
berupa 10 pertanyaan introspeksi diri atau penilaian diri seperti berikut ini.
PENILAIAN
DIRI
|
NO
|
ASPEK YANG DITANYAKAN
|
YA
|
TIDAK
|
|
|
|
|
|
|
1.
|
Apakah guru membuat persiapan mengajar khususnya
|
|
|
|
|
materi
yang bersangkutan?
|
|
|
|
2.
|
Apakah guru menguasai materi yang bersangkutan?
|
|
|
|
3.
|
Apakah
guru telah mengajarkan secara maksimal materi
|
|
|
|
|
yang sesuai dengan tuntutan kompetensi yang harus
|
|
|
|
|
dikuasai
peserta
didik?
|
|
|
|
4.
|
Apakah perilaku yang diukur pada materi yang
|
|
|
|
|
ditanyakan
dalam soal itu sudah tepat (harus dikuasai
|
|
|
|
|
siswa)?
|
|
|
|
5.
|
Apakah
materi yang ditanyakan merupakan materi
|
|
|
|
|
urgensi, kontinyuitas, relevansi, dan keterpakaian dalam
|
|
|
|
|
kehidupan
sehari-hari tinggi?
|
|
|
|
6.
|
Apakah
guru memiliki kreativitas dalam memelajarkan
|
|
|
|
|
materi
yang bersangkutan?
|
|
|
|
7.
|
Apakah
guru mampu membangkitkan minat dan
|
|
|
|
|
kegiatan
belajar peserta didik khususnya dalam
|
|
|
|
|
membelajarkan
materi yang bersangkutan?
|
|
|
|
8.
|
Apakah guru telah menyusun kisi-kisi dengan tepat
|
|
|
|
|
sebelum
menulis soal?
|
|
|
|
9.
|
Apakah guru menulis soal berdasarkan indikator
|
|
|
|
|
dalam
kisi-kisi dan kaidah penulisan soal serta menyusun
|
|
|
|
|
pedoman
penskoran atau pedoman pengamatannya?
|
|
|
|
10.
|
Apakah
soal nomor 3, 8, dan 4 valid yaitu memiliki daya
|
|
|
|
|
beda
tinggi, tidak salah kunci jawaban, pengecohnya
|
|
|
|
|
berfungsi,
atau memang materinya belum diajarkan?
|
|
|
Keterangan:
Secara jujur berilah tanda (V) pada kolom Ya dan Tidak.
II.
PEMBAHASAN
1.ANALISIS BUTIR SOAL
SECARA KUALITATIF
A.
Pengertian
Pada
prinsipnya analisis butir soal secara kualitatif dilaksanakan berdasarkan
kaidah penulisan soal (tes tertulis, perbuatan, dan sikap). Penelaahan ini
biasanya dilakukan sebelum soal digunakan/diujikan. Aspek yang diperhatikan di
dalam penelaahan secara kualitatif ini adalah setiap soal ditelaah dari segi
materi, konstruksi, bahasa/budaya, dan kunci jawaban/pedoman penskorannya.
Dalam melakukan penelaahan setiap butir soal, penelaah perlu mempersiapkan
bahan-bahan penunjang seperti:
(1)
kisi-kisi tes,
(2) kurikulum yang digunakan,
(3) buku sumber, dan
(4) kamus bahasa Indonesia.
B. Teknik Analisis
Secara Kualitatif
Ada
beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menganalisis butir soal secara
kualitatif, diantaranya adalah teknik moderator dan teknik panel. Teknik
moderator merupakan teknik berdiskusi yang di dalamnya terdapat satu orang
sebagai penengah. Berdasarkan teknik ini, setiap butir soal didiskusikan secara
bersama-sama dengan beberapa ahli seperti guru yang mengajarkan materi, ahli
materi, penyusun/pengembang kurikulum, ahli penilaian, ahli bahasa, berlatar belakang
psikologi. Teknik ini sangat baik karena setiap butir soal dilihat secara
bersama-sama berdasarkan kaidah penulisannya. Di samping itu, para penelaah
dipersilakan mengomentari/ memperbaiki berdasarkan ilmu yang dimilikinya.
Setiap komentar/masukan dari peserta diskusi dicatat oleh notulis. Setiap butir
soal dapat dituntaskan secara bersama-sama, perbaikannya seperti apa. Namun,
kelemahan teknik ini adalah memerlukan waktu lama untuk rnendiskusikan setiap
satu butir soal.
Teknik panel merupakan suatu teknik
menelaah butir soal yang setiap butir soalnya
ditelaah
berdasarkan kaidah penulisan butir soal, yaitu ditelaah dari segi materi,
konstruksi,
bahasa/budaya, kebenaran kunci jawaban/pedoman penskorannya yang
dilakukan
oleh beberapa penelaah. Caranya adalah beberapa penelaah diberikan: butir-
butir
soal yang akan ditelaah, format penelaahan, dan pedoman penilaian/
penelaahannya.
Pada tahap awal para penelaah diberikan pengarahan, kemudian tahap
berikutnya
para penelaah berkerja sendiri-sendiri di tempat yang tidak sama. Para
penelaah
dipersilakan memperbaiki langsung pada teks soal dan memberikan komentarnya
serta
memberikan nilai pada setiap butir soalnya yang kriterianya adalah: baik,
diperbaiki,
atau
diganti.
Secara
ideal penelaah butir soal di samping memiliki latar belakang materi yang
diujikan,
beberapa
penelaah yang diminta untuk menelaah butir soal memiliki keterampilan, seperti
guru
yang mengajarkan materi itu, ahli materi, ahli pengembang kurikulum, ahli
penilaian,
psikolog,
ahli bahasa, ahli kebijakan pendidikan, atau lainnya.
C.
Prosedur
Analisis Secara Kualitatif
Dalam
menganalisis butir soal secara kualitatif, penggunaan format penelaahan soal
akan sangat membantu dan mempermudah prosedur pelaksanaannya. Format penelaahan
soal digunakan sebagai dasar untuk menganalisis setiap butir soal. Format
penelaahan soal yang dimaksud adalah format penelaahan butir soal: uraian,
pilihan ganda, tes perbuatan dan instrumen non-tes. Agar penelaah dapat dengan
mudah menggunakan format penelaahan soal, maka para penelaah perlu
memperhatikan petunjuk pengisian formatnya. Petunjuknya adalah seperti berikut
ini.
1.
Analisislah setiap butir soal berdasarkan semua kriteria yang tertera di dalam
format!
2.
Berilah tanda cek (V) pada kolom "Ya" bila soal yang ditelaah sudah
sesuai dengan kriteria!
3.
Berilah tanda cek (V) pada kolom "Tidak" bila soal yang ditelaah
tidak sesuai dengankriteria, kemudian tuliskan alasan pada ruang catatan atau
pada teks soal dan perbaikannya.
a. Format Penelaahan Butir
Soal Bentuk Uraian
FORMAT
PENELAAHAN BUTIR SOAL BENTUK URAIAN
|
Mata Pelajaran : .................................
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
Kelas/semester : .................................
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
Penelaah
|
: .................................
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No.
|
|
Aspek
yang ditelaah
|
|
|
|
Nomor Soal
|
|
|
|
|||
|
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
…
|
||
|
|
|
|
|
||||||||||
|
|
A.
|
Materi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1
|
Soal sesuai dengan indikator (menuntut
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
tes tertulis untuk bentuk Uraian)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Batasan pertanyaan dan jawaban
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
yang diharapkan sudah sesuai
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Materi yang ditanyakan sesuai dengan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
kompetensi (urgensi, relevasi,
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
kontinyuitas, keterpakaian sehari-
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
hari tinggi)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Isi materi yang ditanyakan sesuai
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
dengan jenjang jenis sekolah atau
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
tingkat
kelas
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
B
|
Konstruksi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Menggunakan kata tanya atau perintah
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
yang menuntut jawaban uraian
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
Ada petunjuk yang jelas tentang cara
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
mengerjakan soal
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
Ada
pedoman penskorannya
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
8
|
Tabel,
gambar, grafik, peta, atau
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No.
|
Aspek yang ditelaah
|
|
|
|
Nomor Soal
|
|
|
|
||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
…
|
|||
|
|
|
|||||||||||
|
|
yang sejenisnya disajikan dengan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
jelas
dan terbaca
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
C.
|
Bahasa/Budaya
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
9
|
Rumusan kalimat coal komunikatif
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10
|
Butir soal menggunakan bahasa
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Indonesia yang baku
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
11
|
Tidak menggunakan kata/ungkapan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
yang menimbulkan penafsiran ganda
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
atau salah pengertian
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
12
|
Tidak menggunakan bahasa yang
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
berlaku setempat/tabu
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
13
|
Rumusan
soal tidak mengandung
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan: Berilah tanda (V) bila
tidak sesuai dengan aspek yang ditelaah!
b. Format Penelaahan
Soal Bentuk Pilihan Ganda
FORMAT
PENELAAHAN SOAL BENTUK PILIHAN GANDA
|
Mata
Pelajaran : .................................
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
Kelas/semester
: .................................
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
Penelaah
|
: .................................
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No.
|
|
Aspek
yang ditelaah
|
|
Nomor
Soal
|
||||
|
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
…
|
||
|
|
|
|
|
||||||
|
|
A.
|
Materi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1
|
Soal sesuai dengan indikator (menuntut tes tertulis untuk
bentuk pilihan ganda
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
Materi yang ditanyakan sesuai dengan kompetensi (urgensi,
relevasi,kontinyuitas, keterpakaian sehari-hari tinggi)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
Pilihan jawaban homogen dan logis
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4.
|
Hanya
ada satu kunci jawaban
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
B.
|
Konstruksi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5.
|
Pokok soal dirumuskan dengan singkat, jelas, dan tegas
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6.
|
Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban merupakan pernyataan
yang diperlukan saja
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7.
|
Pokok soal tidak memberi petunjuk kunci jawaban
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
8
|
Pokok soal bebas dan pernyataan yang bersifat negatif ganda
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
9.
|
Pilihan jawaban homogen dan logis ditinjau dari segi materi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10.
|
Gambar, grafik, tabel, diagram, atau sejenisnya jelas dan
berfungsi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
11.
|
Panjang pilihan jawaban relatif sama
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
12.
|
Pilihan jawaban tidak menggunakan pernyataan “semua jawaban
di atas salah/benar” dan sejenisnya
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
13.
|
Pilihan
jawaban yang berbentuk angka/waktu disusun berdasarkan urutan besar kecilnya
angka atau kronologisnya
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
14.
|
Butir soal tidak bergantung pada jawaban soal sebelumnya
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
C.
|
Bahasa/Budaya
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
15
|
Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
16
|
Menggunakan bahasa yang komunikatif
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
17
|
Tidak menggunakan bahasa yang berlaku
setempat/tabu
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
18
|
Pilihan
jawaban tidak mengulang kata/kelompok kata yang sama,kecuali merupakan satu
kesatuan pengertian
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan: Berilah tanda (V) bila
tidak sesuai dengan aspek yang ditelaah!
2.
ANALISIS BUTIR SOAL SECARA KUANTITATIF
A.
Pengertian
Penelaahan soal secara
kuantitatif maksudnya adalah penelaahan butir soal didasarkan pada data empirik
dari butir soal yang bersangkutan. Data empirik ini diperoleh dari soal yang
telah diujikan.
B.
Analisis
Butir Soal
Ada dua pendekatan dalam analisis
secara kuantitatif, yaitu pendekatan secara klasik dan modern.
1. Klasik
Analisis
butir soal secara klasik adalah proses penelaahan butir soal melalui informasi
dari jawaban peserta didik guna meningkatkan mutu butir soal yang bersangkutan
dengan menggunakan teori tes klasik.
Kelebihan
analisis butir soal secara klasik adalah murah, dapat dilaksanakan sehari-hari
dengan cepat menggunakan komputer, murah, sederhana, familier dan dapat
menggunakan data dari beberapa peserta didik atau sampel kecil (Millman dan
Greene, 1993: 358). Adapun proses analisisnya sudah banyak dilaksanakan para
guru di sekolah seperti beberapa contoh di bawah ini.
a. Langkah pertama yang
dilakukan adalah menabulasi jawaban yang telah dibuat pada setiap butir soal
yang meliputi berapa peserta didik yang:
(1) menjawab benar pada setiap soal, (2)
menjawab salah (option pengecoh), (3) tidak menjawab soal. Berdasarkan tabulasi
ini, dapat diketahui tingkat kesukaran setiap butir soal, daya pembeda soal,
alternatif jawaban yang dipilih peserta didik.
b. Misalnya analisis
untuk 32 siswa, maka langkah (1) urutkan skor siswa dari yang tertinggi sampai
yang terendah. (2) Pilih 10 lembar jawaban pada kelompok atas dan 10 lembar
jawaban pada kelompok bawah. (3) Ambil kelompok tengah (12 lembar jawaban) dan
tidak disertakan dalam analisis. (4) Untuk masing-masing soal, susun jumlah
siswa kelompok atas dan bawah pada setiap pilihan jawaban. (5) Hitung tingkat
kesukaran pada setiap butir soal. (6) Hitung daya pembeda soal. (7) Analisis
efektivitas pengecoh pada setiap soal (Linn dan Gronlund, 1995: 318-319).
Analisis Kualitatif Butir
Tes Essay
1.
Petunjuk Penulisan Butir Tes Essay
Menurut
Ebel, petunjuk menyiapkan butir essay adalah sebagai berikut:
a) Ajukan pertanyaan atau tugas-tugas yang mengharuskan siswa untuk
menunjukkan pengetahuan yang esensial.
b) Ajukan pertanyaan yang determinan, dalam arti bahwa para ahli bisa
sepakat bahwa jawaban tertentu lebih baik dari yang lain. Tidak adanya jawaban
yang terbaik mungkin membuat lebih sulit untuk menentukan tingkat prestasi
siswa.
c) Tentukan tugas siswa secara lengkap dan khusus tanpa mengganggu
pengukuran dari prestasi dimaksud.
d) Berikan pilihan untuk pertanyaan yang lebih spesifik yang dapat
dijawab lebih singkat.
e) Hindari memberikan siswa kesempatan untuk memilih pertanyaan yang
akan mereka jawab, kecuali dalam keadaan khusus
f) Uji pertanyaan dengan menulis jawaban yang ideal untuk pertanyaan
tersebut.
Menurut Popham, petunjukkan menyiapkan butir essay adalah sebagai
berikut:
1) Jelaskan kepada siswa
tentang kedalaman/keluasan jawaban yang diharapkan.
2) Jelaskan tentang tugas
siswa.
3) Jelaskan tentang batas
waktu dan penilaian butir.
4) Hindari memberikan
pilihan
5) Menunjukkan terlebih
dahulu/ memperkirakan respon siswa.
2.
Daftar Periksa (Checklist)
Untuk
menganalisis kualitas butir soal essay digunakan daftar periksa (checklist).
Ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut pada setiap butir soal yang telah dibuat.
Jika ada pertanyaan yang dijawab “TIDAK”, maka butir soal tersebut harus
direvisi.
a) Daftar Periksa Butir
Pilihan Ganda
1) Apakah butir ini menilai
aspek yang penting dari tujuan pengajaran ?
2) Apakah butir ini sesuai
dengan rencana penilaian dalam hal kinerja, penekanan dan jumlah poin ?
3) Apakah butir ini
mengharuskan siswa untuk menggunakan pengetahuan dan kemampuan mereka pada
situasi baru?
4) Ketika melihat hubungan
butir-butir soal pada tes tersebut, apakah butir ini memberikan konstribusi
untuk melengkapi materi dan kemampuan berpikir khusus dalam rencana penilaian
anda ?
5) Apakah prompt terfokus?
Apakah prompt menjelaskan sebuah tugas dengan petunjuk tertentu?
6) Apakah tugas
didefinisikan dengan prompt dalam tingkat kompleksitas yang sesuai dengan
pendidikan siswa?
7) Untuk mendapatkan nilai
yang baik pada soal siswa diharuskan untuk mendemonstrasikan lebih dari
mengulang kembali fakta, definisi, daftar, ide, generalisasi dan lain-lain?
8) Apakah kata-kata prompt
mengarahkan semua siswa untuk menafsirkan tugas dengan cara yang Anda inginkan?
9) Apakah prompt memberikan
kejelasan kepada siswa tentang hal berikut?
a. Besaran atau panjang
tulisan yang dibutuhkan.
b.
Tujuan yang mereka tulis.
c. Jumlah waktu yang
dibutuhkan untuk menjawab butir ini.
d. Atas dasar apa jawaban mereka
akan dinilai?
10)
Jika prompt dari butir soal essay meminta siswa untuk mengemukakan pendapat
mereka tentang hal-hal yang controversial, apakah kata-kata yang digunakan
memperjelas bahwa penilaian siswa didasarkan pada logika dan bukti yang mendukung
argument mereka, bukan pada posisi yang sebenarnya atau pendapat yang
dinyatakan?
Komentar
Posting Komentar